___.السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
  • BERANDA
  • KUTTAB
    • KALENDER AKADEMIK
  • CABANG
    • JABODETABEK
    • JAWA BARAT
    • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
    • SUMATERA
    • KALIMANTAN – SULAWESI
  • ARTIKEL
    • JABODETABEK
      • BEJI
      • BEKASI
      • BOGOR
      • CIBINONG
      • DEPOK (PUSAT)
      • JAKARTA TIMUR
      • SAWANGAN
      • TANGERANG KOTA
      • TANGERANG SELATAN
    • JAWA BARAT
      • BANDUNG
      • PURWAKARTA
    • JAWA TENGAH
      • PURWOKERTO
      • SEMARANG
      • TEGAL
      • YOGYAKARTA
    • JAWA TIMUR
      • GRESIK
      • JEMBER
      • JOMBANG
      • KEDIRI
      • MALANG
      • PROBOLINGGO
      • SURABAYA
    • SUMATERA
      • BANDA ACEH
      • LAMPUNG KEMILING
      • LAMPUNG PAGAR ALAM
      • PADANG
      • PEKANBARU
  • BERITA & INFO
  • HUBUNGI
  • FAQ
  • BERANDA
  • KUTTAB
    • KALENDER AKADEMIK
  • CABANG
    • JABODETABEK
    • JAWA BARAT
    • JAWA TENGAH
    • JAWA TIMUR
    • SUMATERA
    • KALIMANTAN – SULAWESI
  • ARTIKEL
    • JABODETABEK
      • BEJI
      • BEKASI
      • BOGOR
      • CIBINONG
      • DEPOK (PUSAT)
      • JAKARTA TIMUR
      • SAWANGAN
      • TANGERANG KOTA
      • TANGERANG SELATAN
    • JAWA BARAT
      • BANDUNG
      • PURWAKARTA
    • JAWA TENGAH
      • GRESIK
      • PURWOKERTO
      • SEMARANG
      • TEGAL
      • YOGYAKARTA
    • JAWA TIMUR
      • GRESIK
      • JEMBER
      • JOMBANG
      • KEDIRI
      • MALANG
      • PROBOLINGGO
      • SURABAYA
    • SUMATERA
      • BANDA ACEH
      • LAMPUNG KEMILING
      • LAMPUNG PAGAR ALAM
      • PADANG
      • PEKANBARU
  • BERITA & INFO
  • HUBUNGI
  • FAQ

TRADISI KEDERMAWANAN PARA SULTAN DI ACEH

22/03/2023  |  By Admin
IMG-20190913-WA0002

Tradisi Kedermawanan Para Sultan di Aceh

Oleh: Tgk. Baidhawi Razi, Lc.
Penanggungjawab Syari’ah KAF Aceh

Setiap daerah memiliki tradisi yang baik. Di antara kebiasaan baik para sultan di Aceh adalah berbagi kebahagiaan kepada rakyat, khususnya kaum fakir miskin dan orang-orang yang sudah tidak bisa lagi bekerja.

Tradisi itu dikenal dengan istilah Meugang atau Makmeugang, yaitu sebuah tradisi memakan daging, khususnya daging sapi sebelum Ramadhan dan sebelum Idul Fitri begitu juga sebelum Idul Adha.

Berdasarkan maklumat di dalam Qanun Meukuta Alam, sebagaimana yang dinukil di dalam kitab Syarah Tazkirah Thabaqat karya Tengku Di Mulek tahun 1270 Hijriyah bahwa ada pasal di dalam Qanun tersebut yaitu:

Kurnia Raja Pada Hari Makmeugang

“Maka hendaklah Geuchik-Geuchik (kepala desa) dan wakil dan Imam Meunasah serta Tuha Peut untuk menilik dan memeriksa berapa banyak orang fakir miskin dan Inong balee (janda) dan yatim piatu dan yang sakit lasa (lumpuh) dan buta.”

Setelah semua terdata dengan baik, maka jalurnya adalah perangkat desa melaporkan kepada Qadhi, Qadhi menyampaikan hal tersebut kepada Qadhi Muazzam (Al-Mu-addham) dan diteruskan datanya kepada Mufti, setelah selesai disetujui oleh Mufti, kemudian sultan memberikan sejumlah harta yang kategorinya sebagai berikut:

  • Seemas daging
  • Wang lima Emas
  • Kain 6 hasta

Sungguh, ini adalah kebaikan sultan jika dikawal oleh para ahli ilmu, sehingga hari Meugang yang biasanya jatuh satu atau dua hari menjelang Ramadhan dan dua hari besar umat Islam disambut dengan sukacita oleh rakyat Aceh.

Setidaknya ada tiga pesan besar dari tradisi Meugang di Aceh:

  1. Para sultan yang punya kekuasaan dan harta, jika disentuh dengan ilmu akan semakin cemerlang karya kebaikannya. Dan orang yang paling banyak mendulang keberkahan ini adalah para ahli ilmu yang mengarahkan para sultan untuk mengucurkan hartanya untuk kebaikan umat.
  2. Memakan daging sebelum Ramadhan adalah satu persiapan untuk memberikan asupan gizi yang baik sebelum memasuki bulan penuh keberkahan. Kaum muslimin harus berjuang di bulan ini untuk meningkatkan kualitas serta kuantitas ibadah kepada Allah, maka daging yang merupakan penghulu lauk-pauk (sayyidul idam) menjadi andalan dalam tradisi Meugang.
  3. Daging yang dibagikan sebelum Ramadhan itu jumlahnya lumayan banyak untuk menjadi bekal makanan berbuka puasa dan sahur, sehingga sebagian rakyat Aceh mengawetkan makanan selama berhari-hari dengan berbagai macam cara. Masyarakat Aceh Besar misalnya, biasa membuat Sie Reuboh untuk mengawetkan makanan bahkan sampai satu bulan penuh. Bukan hanya daging yang direbus sebagaimana namanya, namun ada campuran beberapa rempah dan cuka enau untuk mempertahankan kenikmatan rasanya. Sehingga kaum muslimin tidak sibuk dengan mempersiapkan makanan menjelang berbuka puasa dan sahur, waktunya banyak untuk bermunajat dan mendekat kepada Allah, Maha Pencipta alam semesta ini.

Begitulah sultan dan rakyat yang disentuh dengan ilmu, ia akan menjadi masyarakat yang bercahaya di bawah bimbingan para ulama yang rabbani.

Seharusnya seperti itulah para penguasa bersikap di hadapan ulama, jika suatu negeri mau menjadi makmur dan masyarakat dicintai serta diampuni Allah (baldatun thayyibah wa rabbun ghafur).

@catatanbaidhawirazi

CATEGORIES

  • ARTIKEL (151)
  • BERITA (237)
  • CABANG (384)
    • BALIKPAPAN (15)
    • BANDA ACEH (4)
    • BANDUNG (26)
    • BANDUNG CILEUNYI (1)
    • BEJI (8)
    • BEKASI (17)
    • BOGOR (16)
    • CIBINONG (8)
    • DEPOK (PUSAT) (55)
    • GRESIK (7)
    • JAKARTA TIMUR (11)
    • JEMBER (22)
    • JOMBANG (9)
    • KEDIRI (8)
    • LAMPUNG KEMILING (4)
    • LAMPUNG PAGAR ALAM (3)
    • MAKASSAR (7)
    • MALANG (8)
    • MEDAN (2)
    • PADANG (12)
    • PEKANBARU (12)
    • PROBOLINGGO (11)
    • PURWAKARTA (11)
    • PURWOKERTO (9)
    • SAWANGAN (8)
    • SEMARANG (8)
    • SIDOARJO (12)
    • SUKABUMI (7)
    • SURABAYA (9)
    • TANGERANG KOTA (15)
    • TANGERANG SELATAN (16)
    • TEGAL (8)
    • YOGYAKARTA (7)
  • DEMAK (1)
  • MAF (10)

ARCHIVES

  • June 2026 (4)
  • May 2026 (23)
  • April 2026 (4)
  • March 2026 (4)
  • July 2025 (1)
  • June 2025 (1)
  • May 2025 (19)
  • April 2025 (4)
  • March 2025 (8)
  • August 2024 (2)
  • June 2024 (1)
  • May 2024 (15)
  • April 2024 (3)
  • March 2024 (12)
  • December 2023 (1)
  • June 2023 (3)
  • May 2023 (5)
  • April 2023 (12)
  • March 2023 (11)
  • February 2023 (1)
  • January 2023 (2)
  • December 2022 (4)
  • November 2022 (2)
  • October 2022 (3)
  • September 2022 (2)
  • July 2022 (2)
  • June 2022 (2)
  • April 2022 (15)
  • March 2022 (18)
  • February 2022 (1)
  • January 2022 (4)
  • December 2021 (1)
  • November 2021 (1)
  • October 2021 (2)
  • September 2021 (2)
  • August 2021 (2)
  • July 2021 (5)
  • June 2021 (3)
  • April 2021 (19)
  • March 2021 (8)
  • February 2021 (1)
  • January 2021 (2)
  • December 2020 (2)
  • November 2020 (2)
  • May 2020 (4)
  • April 2020 (15)
  • March 2020 (12)
  • February 2020 (19)
  • January 2020 (7)
  • July 2019 (1)
  • April 2019 (12)
  • March 2019 (15)
  • February 2019 (4)
  • January 2019 (1)
  • December 2018 (1)
  • October 2018 (4)
  • September 2018 (3)
  • June 2018 (6)
  • May 2018 (4)
  • April 2018 (5)
  • March 2018 (20)
  • February 2018 (16)
  • January 2018 (13)
  • December 2017 (4)
  • November 2017 (19)
  • October 2017 (9)
  • September 2017 (11)
  • August 2017 (22)
  • September 2015 (1)

Tags

Bimbingan guru (1) Inspirasi (1) Islam (1) KAF (1) Kalender (1) KBM (3) kegiatan (2) Padang (1) parade (1) pendidikan (1) Penerimaan (1) Rasulullah (1) Santri Baru (1) studium generale (2) tasmi' (1)

© KUTTAB AL-FATIH 2017 | All Rights Reserved